Memilih Kamera Traveling Terbaik

Written by Tips

best travel camera

Apakah kalian termasuk orang yang sering pergi berlibur? Tapi masih saja kerepotan untuk mendapatkan hasil foto liburan yang mengesankan? Jika benar begitu, saya ucapkan selamat karena telah mendarat di blog yang tepat. Ya setidaknya setelah ini mudah-mudahan kamu bisa memahami bagaimana cara untuk memilih kamera traveling terbaik.

Karena menurut saya, foto-foto liburan yang mengesankan adalah cindera mata yang paling berharga.

Kembali ke pertanyaan awal. Apakah hasil foto liburan anda kurang mengesankan? Maka saran yang paling bijak menurut saya adalah, “ajaklah (dan biayai) saya berlibur, niscaya akan kupotret engkau sampai hasilnya menggembirakan”. Hehehe, hanya bercanda lho, kalo ada yang serius saya bisa apa?

Sebagai seorang yang berfprofesi sebagai kreator video, tak jarang banyak teman saya yang bertanya. “Eh kamera yang bagus dan murah apa ya? Buat foto dan video jalan-jalan guwe.” Bagi saya tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Mengingat setiap orang memiliki kebutuhan dan anggaran dana yang berbeda.

Pengalaman saya, banyak teman-teman yang justru tambah bingung ketika saya jelaskan secara detail dan teknis tentang per-kamera-an. Maka dari itu, saya coba mengkasifikasikan jenis kamera apa saja yang cocok untuk menemani dan mengabadikan momen liburanmu.

memilih kamera traveling terbaik
Memilih kamera traveling terbaik susah susah gampang, kayak jodoh

Sebelum menjabarkan banyak jenis kamera, perlu diketahui dulu beberapa point seperti,

Fitur Penting Kamera Traveling

Ukuran dan berat – Jaman sekarang sudah bukan jamannya kamera yang besar itu kamera yang bagus. Jika keperluanmu untuk fotografi perjalanan atau travel, semakin kecil ukuran kamera semakin bagus.

Pengaturan manual – Fitur Auto pada kamera sekarang semakin canggih dan mempermudah siapa saja untuk memakainya. Tapi belum tentu fitur auto tersebut dapat dipakai untuk segala kondisi. Untuk itu fitur pengaturan manual wajib diperlukan.

Megapixel – Katanya semakin besar megapixel semakin bagus hasil fotonya. Belum tentu benar juga sih. Namun yang pasti, semakin besar megapixel pada kamera yang berukuran sensor besar, maka akan menghasilkan gambar dengan kualitas detail yang tinggi. Itu berarti juga bisa lebih leluasa pada proses editing.

Zoom – Suatu saat pasti kita akan menemukan objek menarik yang tidak bisa didekati, seperti satwa atau bulatan matahari terbenam dengan sempurna. Semakin panjang jarak zoom, semakin besar dan berat ukuran lensa. Pilih dengan bijak bila ingin membawa lensa zoom.

HD/4K Video – Kebanyakan kamera sudah bisa merekam video dengan kualitas Full HD bahkan bisa sampai 4K. Pilihan merekam dengan format 4K biasanya digunakan untuk kegiatan professional. Semakin besar resolusi video, semakin besar pula ukuran filenya.

WIFI/Bluetooth – Nah, kalau ini wajib sih hukumnya. Sangat memperingkas proses pemindahan foto atau video. Nggak akan banyak waktu tebuang agar bisa eksis di sosial media secepatnya.

Interchangeable Lens – Kamera mirrorless kelas high-end kebanyakan lensanya bisa digonta-ganti. Sangat bisa bermanfaat untuk proses kreatif dalam menghasilkan foto.

Weather Shield – Gemar melakukan perjalanan ke tempat dengan cuaca dan kondisi alam ekstrim? Seperti gunung atau air terjun? Fitur ini bisa menjadi penting untuk keawetan kamera itu sendiri.

kamera traveling terbaik
Kalau saya pilih yang kecil kecil aja deh murah dan enteng soalnya

Memahami Ukuran Sensor Kamera

Saat memilih kamera terbaik untuk traveling, pertama yang perlu dipahami adalah berbagai macam ukuran sensor kamera, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas gambar serta ukuran kamera.

ukuran sensor kamera
Perbandingan ukuran sensor kamera.

Secara umum, kamera dengan sensor besar lebih bagus dalam keadaan cahaya minim (low-light). Karena ukuran sensor yang besar, dapat menumpulkan cahaya lebih banyak daripada ukuran sensor yang lebih kecil.

Karena prinsip dasar kamera itu menghasilkan gambar dengan menangkap cahaya. Otomatis kamera bersensor besar akan memproduksi foto dengan kualitas yang lebih baik. Saat proses editing bisa lebih leluasa untuk cropping tanpa takut akan penurunan kualitas foto. Namun perlu diingat, semakin besar sensor semakin berat juga kameranya.

kamera traveling terbaik
Kalo capek motret, duduk dulu.

Semua kamera memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, itu sebabnya kita harus memilih kamera yang paling sesuai dengan kebutuhan. Apakah kamu seorang traveler yang sering berkutat dengan tempat ekstrim, atau lebih gemar eksplorasi suasana kota? Lebih suka memotret dengan ringkas, atau mengedepankan hasil yang kreatif?

Tidak ada satu kamera di dunia yang dapat mengakomodir semua kebutuhan dengan sempurna.

Perbandingan Kamera Untuk Traveling

KameraTipeSensorBeratHarga
Sony RX 100 VPoint & Shoot1″301g Cek Harga
Canon G7X IIPoint & Shoot1″319g Cek Harga
Lumix LX100 IIPoint & ShootFour Thirds392g Cek Harga
Sony A6400MirrorlessAPS-C403g Cek Harga
Lumix GX9MirrorlessFour Thirds407g Cek Harga

Pilihan Compact Kamera Untuk Traveling

Kamera bertipe compact atau biasa dikenal dengan point and shoot camera memiliki keunggulan dengan bentuknya yang ringkas. Ukurannya yang relatif kecil, menjadikan kamera ini mudah dibawa kemana saja dan tentunya tidak banyak membebani barang bawaan selama traveling. Didukung dengan fitur otomatis yang sudah sangat canggih dan pintar, membuat kamera bertipe compact sangat mudah digunakan bahkan untuk orang awam. Seperti namanya point and shoot, tinggal arahkan kamera ke obyek atau pemandangan yang diinginkan, lalu tekan tombol untuk mengabadikannya. So easy.

Video : Bermain Kaoda-oda dari Tomia

Kamera ini cocok untuk traveler yang tidak mau ribet membuang waktu dengan segala macam urusan persettingan kamera. Sehingga banyak waktu bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti menikmati alam hingga bercengkerama dengan orang lokal. Istilahnya, “gw percaya deh dengan kamera ini, gw bisa dapatkan hasil foto yang bagus tanpa ribet pencet-pencet tombol gak jelas”.

Apakah kamu adalah traveler dengan gaya seperti itu? Jika ya, maka pilihan kamera compact atau point and shoot sangat cocok untuk menemani perjalananmu. Berikut pilihan kamera compact dan point & shoot yang kece,

SONY RX100 VI – Compact Travel Camera

Berat : 301g
Lensa : 24-200m (Equiv)
Sensor : 1″ (13.2 x 8.8 mm)
Megapixel : 20
Harga : Cek Harga Terbaru

PRO
  • Resolusi video 4K
  • Auto fokus cepat
  • Flip-screen untuk vlogging
  • Built-in flash
  • 960 fps video frame rate
  • Rentang lensa yang panjang
CONS
  • Ukuran sensor kecil
  • Lensa tidak dapat diganti
  • Kualitas mirophone standar

Walaupun bentuknya terlihat sangat ringkas, SONY RX100 V memiliki fitur dan kualitas foto/video hampir sama dengan kamera mirrorless yang berukuran lebih besar. Dengan fitur LCD yang dapat diputar 180 derajat, sangat memudahkan untuk selfie, maupun vlogging.

Dibekali dengan lensa berukuran 24-200mm f1.8-f2.8 (equivalent), saya rasa mampu mengakomodir kebutuhan untuk foto landscape maupun portrait. Sony RX100 VI juga mampu menghasilkan foto yang tajam dan detail berkat resolusi 20 megapixelnya.

Tidak lupa RX100 VI juga mampu merekam video dengan maksimal frame rate 960 fps. Dengan frame rate setinggi itu pasti sangat memudahkan apabila ingin memproduksi video yang akan di super slow motion pada tahap editing.

Sony RX100 VI adalah suksesor dari pendahulunya yaitu RX100 V. Apabila budget kamu untuk RX100 VI belum mencukupi, coba cek “kakaknya” RX100 V (atau seri IV). Pastinya dengan spek dan fitur yang lebih rendah dari RX100 VI.

Panasonic Lumix LX100 II – Compact Travel Camera

Panasonic Lumix LX100 II

Berat : 392g
Lensa : 24-75m (Equiv)
Sensor : Four Thirds (17.3 x 13 mm)
Megapixel : 17
Harga : Cek Harga Terbaru

PRO
  • Video 4K
  • 4K Photo Extract
  • Auto fokus cepat
  • Touch Screen LCD
CONS
  • Lensa tidak dapat diganti
  • LCD tidak bisa diputar
  • Tidak ada built-in flash
  • Kualitas micorphone standar

Keunggulan yang paling tampak di Lumix LX100 II ini ada pada bagian LCD yang sudah mengusung teknologi layar sentuh. Tentu akan sangat memudahkan dalam mengoperasikan kamera. Seperti memilih fokus, setting menu, dan mengirim foto ke perangkat ponsel melalui wifi/bluetooth. Sayangnya layar LCD LX-100 II tidak dibekali fitur articulating, yang membuat LCD tidak bisa diputar sama sekali.

Fitur andalan lainnya adalah 4K photo, dimana kita bisa memilih satu frame dalam klip video 4K untuk diekstrak kedalam format foto dengan resolusi 8 megapixel. Fitur ini sangat berguna dalam merekam momen yang cepat, seperti pertunjukan tari, olahraga, atau satwa liar. Juga fitur Post Focus yang bisa digunakan untuk menentukan titik fokus setelah foto diproduksi. Menarik sih.

Dari segi desain, LX100 II menurut saya lebih bernuansa klasik. Dengan dua tombol putar pada bagian kanan atas untuk mengatur speed shutter dan exposure. Lumix LX100 II adalah suksesor dari pendahulunya yang memiliki harga lebih murah yaitu Panasonic Lumix LX100.

Canon G7 X Mark II – Travel Vlogging Camera

Canon G7X Mark II

Berat : 319g
Lensa : 24-100m (Equiv)
Sensor : 1″ (13.2 x 8.8 mm)
Megapixel : 20
Harga : Cek Harga Terbaru

PRO
  • Flip screen for vlogging
  • Built-in flash
  • Kualitas microphone lebih baik di kelasnya
CONS
  • Lensa tidak dapat diganti
  • Auto fokus lebih lambat
  • Tidak bisa merekam dengan kualitas 4K

Kamera yang cocok bagi yang ingin memproduksi dan mengembangkan konten Vlog atau Youtube. Fitur LCD yang bisa diputar sampai mode selfie, dan memiliki kualitas microphone yang lebih baik dari RX100 dan LX100. Mau vlogging gausah ribet, tinggal nyalakan kamera, rolling and action.

Namun sayangnya sampai generasi kedua dari Canon G7X ini belum dibekali fitur 4K dan masih terbatas pada resolusi video Full HD (1080p).

Pilihan Kamera Mirrorless Untuk Traveling (Mid-Level)

Bahasan berikutnya tentang pilihan kamera mirrorless yang cocok untuk menemani traveling kamu. Di bagian ini saya akan membatasi pada kamera mirrorless kelas menengah. Bagi saya kamera mirrorless pada kelas ini sudah cukup mampu untuk menghasilkan berbagai aliran video traveling dengan kualitas bagus. Dari vlogging sampai video traveling yang kalau banyak orang menyebutnya “sinematik”. Dengan dukungan jajaran lensa yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan kreatifitas kamu.

Nah apa saja pilihan kamera traveling terbaik kategori mirrorless tersebut? yang pertama adalah,

Sony A64000 – Mirrorless Travel Camera

Sony A6400

Berat : 403g
Lensa : Various
Sensor : APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Megapixel : 24
Harga : Cek Harga Terbaru

PRO
  • Flip screen for vlogging
  • Built-in flash
  • 120 fps video
  • Weather Sealed Body
  • Ada external microphone port
CONS
  • Tidak ada sensor stabilizer
  • Perlu bracket tambahan untuk memasang external microphone ketika layar diputar penuh 180˚

Sony A6400 adalah seri paling baru dari jajaran kamera Sony A6xx series (A6000, A6300, A6500). Untuk lineup ini kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi, karena teknologinya merupakan second line dari A7 series yang sudah terkenal di pasaran itu. Hanya berbeda pada ukuran body dan sensor saja (Full Frame vs APS-C).

Sony A6400 sudah dilengkapi dengan fitur weather sealed body, yang artinya tahan dengan cuaca atau kondisi alam. Seperti merekam di lokasi yang rentan dengan percikan seperti air terjun atau di pinggir laut. Sepertinya kamera ini yang fiturnya cukup unggul dibanding dengan kamera lain di kelasnya. Sayangnya di Sony A6400 ini belum ada fitur in-body image stabilizer / sensor stabilizer. Seperti pendulunya Sony A6500.

Panasonic Lumix GX9 – Mirrorless Travel Camera

Panasonic Lumix GX9

Berat : 407g
Lensa : Various
Sensor : Four Thirds (17.3 x 13 mm)
Megapixel : 20
Harga : Cek Harga Terbaru

PRO
  • In-body Image Stabilization
  • 4K Video
  • 4K Photo
  • Line up pilihan lensa lebih luas
CONS
  • Sensor lebih kecil
  • Tidak ada input external microphone
  • LCD tidak bisa rotate 180˚

Bocoran dikit nih, Panasonic Lumix GX9 ini adalah kamera favorit saya. Karena denga harga yang cukup terjangkau, saya bisa mendapatkan fitur yang tergolong cukup mewah didalamnya. Apalagi jika bukan In-body Image Stabilizer. Fitur ini berfungsi untuk menstabilkan gambar dengan cara Sensor Shifting, atau menggunakan peredam getaran pada sensor kamera. Jadi dengan teknik handheld saja gambar yang dihasilkan akan halus dan minim getaran. Apalagi jika menggunakan lensa yang memiliki fitur Optical Stabilization, jadi 2 teknik stabilasi gambar ini dapat digabung menjadi Dual Image Stabilizer. Anti tremor tremor club lah pokoknya.

Lumix GX9 ini menggunakan mount MFT pada kameranya. Menjadikan pilihan lensa untuk Lumix GX9 ini sangat luas. Bisa menggunakan seri Lumix Vario, Panasonic Leica, atau seri dari Olympus M. Tetapi sebagai catatan, ukuran sensor MFT ini 2 kali lebih kecil dari sensor Full Frame. Jadi performanya agak kurang apabila dalam keadaan minim cahaya atau low-light situation.

Jadi Pilih yang Mana Nih?

Bagaimana? sudah tercerahkan atau semakin bingung? Hehe. Memang saat ini semua pabrikan kamera berlomba-lomba untuk memproduksi kamera berkualitas bagus. Perkembangan teknologinya begitu cepat. Baru saja keluar model kamera X yang canggih, eh beberapa bulan kemudian keluarlah kamera Z dari pabrikan lain yang menawarkan “sedikit” keunggulan lebih dari kamera X. Duh, racuuun.

kamera terbaik kakek fotografer
Seru melihat konsistensi dari Kakek fotografer legend ini

Saran saya perkembangan yang begitu cepat tidak usah terlalu dituruti. Cukup dipahami dan dipelajari saja spesifikasinya agar tidak ketinggalan informasi. Barangkali bisa menjadi referensi untuk upgrade dari kameramu yang sekarang. Beberapa langkah untuk menentukan prirotas kamera mana yang harus dimiliki menurut saya adalah,

  1. Sesuaikan budget maksimal untuk belanja kamera. Jangan karena ingin membeli kamera high end seperti misal A7 Mark III. Neraca keuanganmu jadi kacau balau. Kamera traveling terbaik adalah kamera termahal yang mampu kamu beli.
  2. Tentukan membeli kamera untuk sekedar hoby atau profesi? Jika untuk profesi, tidak ada salahnya invest kamera yang memiliki fitur lebih lengkap. Agar nyaman dipakai mencari “cuan”.
  3. Urutan investasi yang tepat menurut saya adalah fotografer / videografer, lensa, baru body kamera. Maksudnya asah dulu skill fotografi dan videografi kita semaksimal mungkin, baru beli lensa yang sesuai kebutuhan, dan yang terakhir adalah body kamera. Akan lebih bijak apabila memiliki lensa seharga 5 juta dengan body 5 juta, daripada kamera seharga 20 juta dipasangkan dengan lensa seharga 1 juta. Sedih~
  4. Kamera A versus kamera B, atau lensa C versus lensa C. Jaman sekarang ga sesulit itu kok, cukup ketik keyword di Youtube tentang perbandingan lensa atau kamera. Niscaya akan tercerahkan setelah menonton video tersebut.
  5. Atau jika kamu tipe orang yang harus merasakan dengan tangan. Datanglah ke pameran kamera, atau saat launching produk baru suatu merek. Pasti semua jajaran kameranya di pajang agar pengunjung bisa merasakan pengalaman menggunakan kamera dari brand tersebut. Jika beruntung disertai workshop dari para fotografer / videografer ternama. Jangan sampai dilewatkan deh.
  6. Ikut komunitas juga ide yang bagus lho. Kita bisa sharing ilmu, sekaligus sharing gear sesama anggota komunitas. Pilih komunitas yang cocok dengan hatimu saja. Karena tidak sedikit juga lho komunitas yang anggotanya cenderung berlagak “sok jago” (ya tapi emang jago sih, sayanya aja yang cupu).

Wisata Populer Kyoto Jepang

Nah, itu beberapa tips untuk memilih kamera traveling terbaik menurut saya. Apabila ada teman-teman yang mau menambahkan silahkan lho, ditunggu komentarnya di bawah 🙂

Semoga lekas menemukan kamera traveling terbaik versi kamu ya. Salam jepret.

Last modified: June 9, 2019

2 Responses

  1. jonski says:

    ulasan bagus nih. ada bahasan tentang urutan prioritas mana yg harus didahulukan antara body, lensa, juga kebutuhan (foto/video, hobi/pro). terima kasih ilmunya, cheers!

    1. Yoi kak, semoga bermanfaat ya.. terimakasih sudah mampir 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *