Bus Malam, Cara Murah Menjelajah Antar Kota di Jepang

Written by Tips

city bus_pexel

Sebuah cerita pribadi tentang pengalaman naik bus malam di Jepang.

Seru kali ya, apabila bisa menjelajahi banyak kota di Jepang dalam satu kesempatan. Akan lebih banyak tempat dan variasi destinasi yang bisa kita dapatkan selama liburan.

Namun mahalnya biaya transportasi antar kota di Jepang mengharuskan kita untuk berpikir dua kali akan rencana itu. Kecuali kamu adalah Sultan (atau keturunannya) yang punya kartu kredit no limit. Sebut saja harga kereta super cepat Shinkansen dari Kyoto ke Tokyo yang berkisar antara Rp. 1,5 juta sekali jalan.

Bisa sih naik pesawat dengan maskapai lokal seperti Peach Airways, tapi siap-siap aja dengan segala kerepotannya. Misalnya harus menggunakan transportasi umum untuk menuju dan keluar dari bandara, yang notabene memerlukan waktu dan biaya lagi. Lumayan repot sih menurut saya.

Tapi jangan sedih, sebagai backpacker yang selalu menjunjung tinggi asas kengiritan, pasti selalu ada solusi di setiap kesulitan. Salah satunya solusinya adalah pakai bus malam. Iya benar bus malam.

willer express bus malam jepang
Suasana Pool Willer Express dekat Stasiun Kyoto

Jangan dibayangin dulu bus malam di Indonesia yang suka ngebut sambil salip kanan salip kiri (sambil nyanyi Hey Tayo). Selalu gatel kalau lihat lajur kanan yang kosong, hawanya pengen ngeblong. Sampai-sampai muncul motto untuk para supir bus malam di Indonesia yang berbunyi, “Sing penting yakin!”.

Bus malam di Jepang sangat berbeda. Berdasarkan pengalaman kami menggunakan bus malam untuk bertolak dari Kyoto menuju Tokyo, juga sebaliknya.

Main ke Kyoto? Wajib mampir kesini.

Keuntungan menggunakan bus malam sebagai moda transportasi di Jepang ada banyak. Selain harganya lebih terjangkau (bisa setengah dari harga Shinkansen), kita juga mengirit biaya menginap satu malam. Karena pada malam itu kita tidur di dalam bus. Double kan untungnya.

Fasilitas dan kelas bus malam juga bervariasi. Dari kelas paling Standart, yang menjadi incaran para ‘ngiriters’. Sampai kelas Super VIP yang memanjakan punggung dan pinggang kamu selama di perjalanan. Tinggal sesuaikan saja dengan anggaran biaya kamu.

Salah satu operator bus malam yang terkenal adalah operator ini. Selain beroperasi pada malam hari, mereka juga menyediakan rute pada siang hari. Tapi kayaknya rugi cuy, kalau siang hari dihabiskan untuk perjalanan panjang selama 7-8 jam.

antrian willer express bus malam jepang
Suasana antrian bus Willer Express. Rapih ya.

Untuk reservasi tiket bisa berkunjung ke websitenya, lalu melakukan pembayaran via mesin pembayaran yang tersebar di banyak minimarket. Waktu itu saya bayarnya di Lawson. Tinggal masukin kode booking, cetak tiket, lalu bayar deh di kasir. Nantinya kamu akan mendapatkan email lengkap yang berisi jadwal, nomor bus, dan lokasi penjemputan. Seperti ini,

Bus Malam Jepang Willer Express Reservation Detail
Informasi detail bus via email setelah berhasil melakukan pembayaran.

Simpan baik-baik bukti pembayaran dan silahkan cetak email yang berisi E-Ticket dalam bahasa Jepang. Karena nanti itulah yang digunakan untuk naik ke bus. Jangan lupa juga memastikan titik penjemputan via link dalam email yang terhubung dengan Google Maps. Tahu sendiri kan orang Jepang gimana tepat waktunya? Jadi sadar diri aja deh, untuk datang 30 menit lebih awal di titik penjemputan.

Bus Malam Jepang  willer express e-ticket
Tiket elektronik bus Willer Express dalam huruf Jepang. Cukup dicetak lalu tunjukkan ke petugas di pool bus.

Karena kelas yang saya pilih adalah kelas yang paling Standar, jadi tidak begitu berbeda dengan bus malam kelas menengah di Indonesia. Waktu itu bus memang sedang lengang, tidak ada orang lain yang duduk di sebelah saya. Jadi ga ada teman ngobrol deh, lagipula hari sudah malam. Pasti kondisi cahaya di dalam bus diatur untuk istirahat.

Seperti umumnya bus kota di Jepang, sang supir selalu memberitahukan informasi untuk berhenti di rest area untuk berapa menit, sampai di tujuan mana, lewat microphone yang tersambung pada pengeras suara. Sayangnya beliau bicara dalam bahasa Jepang, auto ga mudheng saya.

Pagi itu setelah lebih dari 7 jam naik bus malam, tiba juga saya di drop point Ikebukuro. Herannya waktu menunjukkan pukul 07.15, sama seperti perkiraan waktu yang tertera di tiket. Entah memang matematika mereka sangat canggih, atau jalan rayanya yang jarang macet. Bisa persis gitu, salut.

Destinasi Wisata Sejuta Umat di Tokyo

Itu dulu cerita pengalaman saya naik bus malam untuk menjelajah antar kota di Jepang. Buat para backpacker, ini cheat yang menurut saya sangat efektif.

Untuk video reviewnya bisa menju ke sini.

Next, saya tunggu ceritamu di kolom komentar ya. Terimakasih 🙂

Last modified: May 19, 2019

4 Responses

  1. wahhh keren juga nih buat ngirits selama perjalanan di Jepang. hihi

    1. Iyap, benar sekali bang. Lumayan dananya bisa dianggarkan untuk keperluan lain.

      Terimakasih sudah mampir.
      Salam

  2. Boleh juga nih trik nya, lumayan situ setengah juta lebih bisa dipakai buat keperluan lain. Nice share bang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *