TIPS

Masih Ragu Solo Traveling ke Luar Negeri ? Ini Tipsnya

masih-ragu-solo-traveling-ke-luar-negeri-simak-tipsnya

Dibanding menggunakan jasa agen perjalanan, solo traveling lebih menawarkan tantangan tersendiri. Terlebih bagi yang berjiwa independen dan advonturir. Pasti lebih condong ke solo traveling karena bisa bebas mengatur perjalanannya sendiri. Nyatanya memang banyak orang yang lebih nyaman untuk traveling sendirian. Karena bisa lebih menikmati dan memaknai perjalanannya dibanding ketika traveling beramai-ramai.

Tapi bukan berarti solo traveling itu asal pergi kesana kemari tanpa tujuan yang jelas ya. Kecuali seorang expert traveler yang memang sengaja menyesatkan diri. Tetap saja banyak hal yang harus dipersiapkan untuk efektifitas dan kelancaran perjalanan. Apalagi untuk yang sedang berencana solo traveling sampai keluar negeri. Rasanya sayang aja jika sumber dana yang ada tidak bisa termanfaatkan dengan efektif.

Semua sesuatu yang hebat pasti berawal dari niat, lalu ditanamkan dalam mimpi, serta diiringi usaha maksimal untuk mewujudkannya. Bagi saya yang pas-pasan ini, pergi keluar negeri dengan biaya sendiri merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Bahkan kalo perlu ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah hidup. Tapi mungkin itu tidak terlalu berarti bagi orang lain yang sudah tajir dan kece dari lahir. Tetapi jangan pedulikan itu, tetap fokus pada keinginanmu.

Beberapa hal dibawah ini bisa dijadikan sebagai pendorong bagi yang masih ragu-ragu untuk bersolo karir, eh solo traveling.

Tentukan Target Tujuan.

Jangan ragu untuk menentukan target. Sumber : Pixabay
Jangan ragu untuk menentukan target.

Pasti diantara kamu ada yang ingin berfoto dengan latar tower sutet tertinggi di dunia. Menyaksikan tumpukan ribuan batu kuno yang disusun menjadi segitiga sangat besar. Atau hanya sekadar ingin merasakan hujan salju dan berseminya bunga sakura. Bebas, tulis saja keinginan pribadimu di dalam hati. Kalo inginnya banyak, ya catat aja semua. Toh, ngimpi itu gratis.

Ada beberapa cara agar mimpi kita tidak kunjung padam. Pasang saja wallpaper di laptop atau ponselmu dengan tempat tujuan yang kamu inginkan. Bisa juga pasang sticky notes yang banyak di dinding kamar, meja kerja, bahkan di kaca rias yang setiap hari bakal terlihat. Rajin membaca artikel dan blog travel juga bisa memotivasi untuk mencapai itu semua lho.

Pelajari Semua Hal yang Berhubungan Dengan Tujuan.

Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.
Pelajari semua yang berhubungan dengan tujuanmu.

Belajar itu tidak pernah ada salahnya, asal belajar untuk sesuatu yang baik-baik ya. Pasti tempat tujuan kita nanti memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan tempat yang kita tinggali sekarang. Ya kalau masih di Indonesia masih sama lah, paling beda dikit banget. Kalo sudah beda negara, baru deh ini yang menjadi PR.

Lalu apa yang harus dipelajari?

  • Bahasa

Bukan, bukan harus belajar bahasa Prancis kalo mau ke Paris, atau bahasa Arab jika hendak pergi ke Mesir. Yang dimaksud adalah bahasa internasional atau bahasa Inggris. Nggak perlu jago-jago amat lah, asal cukup bisa membuat mengerti apa yang hendak kita sampaikan ke orang lain. Pada dapet pelajaran bahasa Inggris kan sewaktu di sekolah? Nah daripada ga kepake, rugi kan. Ayo coba kita praktekkan, jangan takut. F! with grammar.

Namun tidak ada salahnya juga mempelajari bahasa daerah setempat yang umum. Seperti bagaimana caranya bertanya, minta bantuan, atau berterima kasih. Pasti warga lokal tidak akan sungkan menolong ketika butuh bantuan. Maturnuwun.

  • Transportasi

Namanya sih emang jalan-jalan, tapi bukan berarti kemana-mana mau jalan kaki terus kan? Kecuali situ musafir yang setia mengembara dengan onta sampai kemana mana.

Tiap hari sebagai warga kota besar pasti dimanjakan dengan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Tapi motor dan mobil kita sayangnya nggak bisa dibawa selama traveling. Mau tidak mau harus pakai transportasi umum dong. Nah, sistem transportasi di tiap negara berbeda-beda. Seperti di Jepang ada Shinkansen ada Eropa ada Eurotrain. Lebih baik luangkan waktu untuk mempelajari itu secara perlahan dan komplit.

  • Cuaca dan musim

Bukan hanya mempengaruhi busana apa yang akan dikenakan, tapi juga destinasi dan kegiatan apa saya yang cocok untuk dilakukan pada saat mengunjungi negara tersebut.

Misalnya kalau lagi musim panas ya banyak main ke pantai di daerah A. Kalau lagi musim dingin banyak main salju ke daerah B, dan lain sebagainya.

  • Biaya hidup

Mungkin harga nasi uduk pecel lele disana lebih mahal daripada di Indonesia. Biaya sewa losmen melati semalam juga lebih mahal. Naik angkot disana lebih mahal juga sih. Yaudah, batalin aja deh rencana solo traveling ke luar negeri. Bikin bangkrut aja, pfftt %#^Q^&!

Maksudnya adalah agar kita bisa tau berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengunjungi misalnya, negara A selama 7 hari. Jadi bisa buat patokan buat nabung deh. Tapi jangan dipepet-pepet banget ya nabungnya, kasih dana cadangan 10-15%. Toh kalo memang beneran lebih bisa disumbangin ke anak yatim. Biar bisa sering-sering ke luar negeri. Amin.

  • Budaya

Beda negara, pasti beda kebiasaan. Mulai dari naik eskalator harus berdiri di sebelah kiri atau kalau mau nyebrang juga harus lewat zebra cross. Sampai-sampai jika hendak berkunjung ke bangunan yang identik dengan keagamaan harus berpakaian sopan dan menutup aurat.

Sebagai traveler yang cukup sopan, sebaiknya kita memperkecil peluang akan membuat kekacauan disana. Untung jika hanya menanggung malu, bagaimana kalau sampai ditahan polisi? Bisa-bisa paspor kamu dicabut, kamu sendiri yang rugi kan. Be a respectful traveler, weeeyjan.

Susun Rincian Rencana Perjalananan.

Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
Bikin rencana sedetail mungkin, walaupun situasi dilapangan sering berubah. Apalagi kalo situasu.
  • Tentukan kapan mau berangkat, trus kapan pulangnya.
  • Terbang dari kota mana? Mendarat di kota mana?
  • Di kota A berapa hari, di kota B berapa hari, di kota C berapa hari.
  • Hari pertama di kota A mau ngapain, pindah dari kota A ke kota B mau hari apa?
  • Di kota C mau pergi kemana saja? Siangnya mau makan apa, diamana? Malamnya mau makan apa?
  • Dan masih banyak lagi.

Coba deh jawab pertanyaan diatas. Bingung kan? Sama… Lebih bagus kalo susunan rencana perjalananmu dibuat dalam format tabel. Seperti tugas sekolah dulu, membuat kegiatan sehari-hari selama seminggu. Inget gak? Kalo nggak ingat berarti kita beda generasi!

Kalo bingung nih saya kasih contoh rencana perjalanan. Tapi buat sendiri lho, jangan diterapkan persis.

Kalkulasi Semua Perkiraan Biaya.

Tung itang itung biar nggak buntung.
Tung itang itung biar nggak buntung.

Kecuali kamu punya kartu kredit dengan limit yang tidak terhingga, syukur-syukur tidak perlu dibayar tuh kartu kredit. Tapi kayaknya mustahil deh, hehe.

Hitung semua keperluan untuk biaya tiket pesawat, tempat menginap, transportasi dalam dan antar kota, tiket masuk ke tempat wisata, makan, minum, toilet umum, pijit capek dan lain-lain. Hitung semua jangan ada yang kelewat. Tambahkan juga biaya tak terduga sebesar 15-20% untuk berjaga-jaga, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi diluar sana. Dari situ kamu bisa memperkirakan target untuk menabung. Mau perbulan atau perhari, atur saja sesuai kemampuan. Yang penting konsisten.

Persiapkan Semua Dokumen Perjalanan.

Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.
Kalau sampai ketinggalan bisa kacau balau.

Cek masa berlaku paspor, jangan kurang dari 6 bulan ketika kamu hendak berangkat. Segera urus kalo belum punya paspor, sebab naik pesawat internasional KTP nggak ditanya. Visa juga jangan lupa, pastikan kamu mendapat izin untuk masuk ke negara tujuanmu.

Selain itu siapkan digital copy dari semua kartu identitas. Simpan di cloud storage, siapa tahu diperlukan nanti. Termasuk juga siapkan print out dari rencana perjalanan yang sudah kamu siapkan, tiket pesawat PP (artinya pulang pergi ya, bukan pergi nggak pulang pulang), dan voucher hotel yang sudah kamu pesan.

Booking Semua Keperluan Transportasi & Akomodasi.

Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.
Kebanyakan harga akan lebih murah apabila booking jauh-jauh hari.

Sekarang udah ga jaman cari tiket dan akomodasi dengan cara tradisional. Seperti datang langsung ke counter tiket, atau masuk satu per satu hotel untuk menanyakan rate permalam. Percayalah, cara tersebut sudah tidak efektif. Kecuali kalau memang destinasi tujuanmu masih jauh dari jangkauan peradaban internet.

Booking apa yang bisa kamu booking jauh-jauh hari sebelumnya. Caranya bebas, mau lewat OnTA (Online Travel Agent) atau direct booking dari website si penyedia layanan. Jadi ketika kamu sampai di negara tujuanmu, langsung bisa haha-hihi tanpa ribet mikir yang lain. Ohya, menurut pengalaman saya nih ya. Booking hotel via OnTA harganya bisa lebih murah dibanding go show langsung ke hotelnya.

Persiapkan Uang Dalam Bentuk Tunai dan Deposit.

Jangan salah tukar mata uang asing lho.
Jangan salah tukar mata uang asing lho. Cek selalu nilai tukarnya.

Banyak orang selalu larut dalam perdebatan ini. Cash, kredit, atau debit ya? Menurut saya semuanya penting. Tinggal atur saja prosentase mana yang lebih banyak. Disarankan sih sudah tukar mata uang asing dari Indonesia. Jangan bawa Rupiah kalo bisa, kecil dapatnya kalo ditukar di money changer luar.

Contoh nih ya, tahun lalu saya berkesempatan pergi ke Singapura, Malaysia, lalu lanjut Jepang. Dengan rincian 2 malam di Singapura, 1 malam di Malaysia (cuma transit), dan 8 hari di Jepang. Ketika di Singapura dan Malaysia saya memang tidak berencana menghabiskan banyak uang, karena tujuan utama saya adalah Jepang.

Oke, berarti uang ditukar ke 3 mata uang berbeda dengan rincian berikut.

50 SGD

100 MYR

3000 JPY

Biaya tak terduga disimpan di 2 ATM (BNI dengan logo Mastercard, dan bank Mega dengan logo Visa), karena tidak punya kartu kredit. Benar saja, 2 kali saya menarik di 2 jenis ATM yang berbeda selama di Jepang. Pertama, kartu berlogo Mastercard lancar digunakan untuk tarik tunai di 7Bank ATM (7Eleven). Sedangkan yang kedua, kartu berlogo VISA bisa untuk tarik tunai di ATM JP Bank (Japan Post). Anehnya, kartu berlogo VISA saya tidak bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM 7Bank. Syukurlah ada cadangan kartu yang lain.

Kemas Barang Bawaan Secara Efektif.

Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.
Pilih barang bawaan secara bijak. Jangan sampai malah mengganggu perjalanan.

Sebelum menentukan apa saja barang yang akan dibawa, sebaiknya baca dulu dengan teliti ketentuan bagasi maskapai kamu. Banyak Low Cost Carrier yang menawarkan harga murah tetapi tidak menyertakan checked baggage. Ini berarti hanya memperbolehkan barang bawaan dibawa ke kabin. Batas ukuran dimensi dan berat cabin baggage sangat terbatas.

Kebanyakan maskapai hanya memperbolehkan 2 jenis barang bawaan (satu tas/koper besar, dan satu tas kecil) untuk ditaruh di kabin. Tentunya kombinasi berat dari keduanya tidak lebih dari 7 atau 10 kilogram, tergantung kebijakan masing-masing maskapai.

Saran saya bawalah barang bawaan seperlunya. Entah itu pakaian, sepatu, obat-obatan, makanan dan perlengkapan lain. Cari aman saja, kalo perlu timbang dulu ketika penerbangan pergi, dan penerbangan pulang. Biasanya penerbangan pulang menjadikan tas kamu lebih berat karena ketambahan oleh-oleh. Jika berencana membawa barang banyak, atau beli oleh-oleh banyak. Sebaiknya sertakan pembelian tambahan untuk bagasi sewaktu booking tiket pesawat. Karena pembelian bagasi sesaat sebelum check-in biayanya bisa jadi sangat mahal.

Seperti kejadian saya ketika mau ikut penerbangan pulang dari bandara Internasional Kansai. Terpaksa saya meninggalkan beberapa potong kaos karena tas keril saya tau-tau menjadi kelebihan beban. Pilihannya waktu itu ada 2, mau dikurangi atau bayar bagasi yang seharga 600 Yen. Setelah dipikir, baju-baju yang saya tinggal di bandara Kansai tidak nyampai 150 Yen.

Penting! Jaga Kesehatan Setibanya di Negara Tujuan.

Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?
Kalau ceria gini kan enak dilihatnya. Ye nggak?

Karena kita mempersiapkan segala sesuatu nya sendiri, pasti akan sangat menguras tenaga. Solo traveling bisa saja membuat kita berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, mengejar transportasi umum, sampai mengantri makanan sendirian. Jika bukan diri sendiri siapa lagi yang mengingatkan akan kepentingan kesehatan. Jangan telat makan, kalau lapar jangan ditahan. Mentang-mentang ngirit.

Tida terlalu ambisius untuk menentukan target yang dituju itu pilihan bijaksana. Kalem saja, kan tujuannya memang buat bersantai. Lebih baik di sela-sela padatnya rencana perjalanan, ada satu atau setengah hari yang memang difungsikan untuk istirahat. Biar kesehatan terjaga sampai akhir perjalanan.

Do The Fun

solo-travel-2
Yang penting jangan lupa bahagia yes!

Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Solo traveling keluar negeri tidak melulu tentang ribetnya menyiapkan segala keperluan sendiri. Ada kepuasan disitu yang bisa kita dapatkan, dan banyak juga pelajaran yang bisa dipetik. Setelah bergulat dengan semua persiapan, tiba saatnya untuk bersenang-senang. Hore!

Jangan lupa bahagia ya, dan sekarang saatnya menciptakan sejarah dalam hidupmu sendiri. Do travel responsibly! Tambahin dong kalo dirasa tips nya kurang nendang. Tulis di kolom komentar yes. Happy solo traveling.

Sumber foto ilustrasi.

0 Comments
Share
Tags: ,

Arief Hermanto

Mencoba berbagi tentang cerita perjalanannya, merealisasikan banyak rencana yang hanya masih menjadi rencana. Karena hidup itu cuma numpang bercanda, ye kan?