Tips

7 Cara Hemat Merencanakan Liburan ke Jepang

7-cara-hemat-liburan-ke-jepang

Traveling ke Jepang mahal? Itu dulu, mungkin jauh sebelum zaman internet menguasai peradaban manusia Indonesia. Sekarang dengan menggunakan sumber daya informasi yang tersebar luas di dunia maya, kita bisa merencanakan sendiri liburan ke Jepang dari A sampai Z. Bahkan dengan biaya yang lebih murah jika dibandingkan mengikuti paket tour yang disediakan oleh beberapa agen perjalanan.

Itu semua tergantung dari bagaimana gaya traveling kita. Mau low budget alias gembel yang penting bisa pergi ke Jepang, atau dengan gaya yang lebih manusiawi seperti orang piknik pada umumnya. Sesuaikan saja dengan kemampuan kantong, semua pilihan tidak ada salahnya.

Pastinya sekarang saya akan membahas cara bagaimana dapat menghemat biaya untuk traveling ke Jepang, dan tetap menyenangkan. Cekidot.

Hunting Tiket Murah

Thank’s God, akan adanya Low Cost Carrier

lcc-airasia
Low Cost Carrier

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat tiket murah. Khususnya sekarang ini banyak LCC (Low Cost Carrier) yang menawarkan tiket PP Jakarta-Jepang dengan rentang harga antara 2,5 – 3 Juta. Tentunya diluar fasilitas makan dan bagasi ya, yang artinya kamu hanya dapat bagasi kabin yang sangat terbatas. Biasanya maskapai bertarif rendah hanya memperbolehkan 1 tas besar (keril/koper) dan satu tas tangan kecil untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Ukuran beratnya pun sudah ditentukan. Gabungan keduanya tidak boleh lebih dari 7 kilogram dengan dimensi lebar, tinggi sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

Jadi siap-siap aja menahan lapar selama kurang lebih 6 jam perjalanan, ditambah sistem curingkek (cuci kering pakek) sewaktu hidup di Jepang! Hahaha.

Langganan semua newsletter maskapai penerbangan. Gratis kok!

Subscribe semua newsletter dari maskapai penerbangan. Khususnya yang banyak melayani rute penerbangan ke Jepang. Jangan lupa aktifkan email notifikasinya, biar kalau ada pengumuman promo kamu tidak ketinggalan dengan pemburu tiket yang lain. Biasanya promo diluncurkan lewat tengah malam teng, jadi buang kebiasan bangun kesiangan. Biar rejeki ga dipatok traveler lain.

Hindari traveling pada High Season, Peak Season, Holiday Season

Karena high season adalah waktu dimana banyak orang pada mau liburan bareng ke Jepang. Puncak musim ramai di Jepang berada diantara bulan Maret-April (Spring), di saat sakura mekar. Juga pada bulan Oktober-November (Autumn), disaat daun momiji berganti warna. Otomatis waktu-waktu tersebut menjadi magnet yang luar biasa untuk wisata ke Jepang.

Musim dingin adalah pilihan yang cocok, karena biaya perjalanan akan lebih murah dan juga bisa melihat salju. Suatu yang menarik khususnya bagi manusia tropis seperti kita ini.

Mempelajari musim juga berpengaruh pada cara berbusana nantinya. Jangan sampai salah kostum ya.

Bandingkan Harga Tiket Pesawat via OTA (Online Travel Agent)

Skyscanner dan Traveloka menjadi apps andalan untuk memesan tiket. Fiturnya sangat lengkap untuk keperluan berburu tiket. Coba kita bandingkan tiket pesawat untuk High Season dan Low Season.

skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat High Season
skyscanner
Tiket Jakarta-Jepang saat Low Season

Andalan untuk dapat tiket murah saya tetap masih di AirAsia, murahnya nggak nahan. Terakhir saya dapat tiket PP ke Osaka seharga Rp.2.400.000 (sejauh ini belum tertandingi sih). Terkadang maskapai premium Jepang seperti JAL (Japan Airlines) dan ANA (All Nippon Airways) juga suka kasih promo PP Jakarta-Jepang seharga 5-6 Juta, lebih murah daripada harga non-promo yang bisa 2 kali lipat. Tapi ya kalau soal fasilitas jelas beda jauh dengan LCC, beli tiket yang paling murah lagi. Maskapai full service lebih memanusiakan manusia, kamu ga akan kelaparan di dalam pesawat. Juga bisa membawa barang lebih banyak daripada LCC.

Untuk maskapai lokal juga tidak kalah bersaing. Ada Garuda Indonesia yang siap membawamu terbang ke negara asal Doraemon tersebut. Main-main ke Garuda Online Travel Fair yang biasanya rutin diadakan di setelah awal dan menjelang akhir tahun. Banyak promo yang bisa didapatkan. Tapi biasanya kebanyakan promo tersebut menggunakan kartu kredit.

Main ke Jepang itu bikin nagih. Ga kapok deh, paling tidak itu yang saya rasakan. Next time saya ingin balik lagi kesana, tentunya dengan maskapai penerbangan yang full service dong. Untuk merasakan bagaimana sih bedanya. Doain ya kawan-kawan semoga cepat tercapai.

Jadi inti dari semua ini adalah rajin menabung. Karena jika suatu saat ada promo yang menggiurkan, kita sudah siap selangkah di depan dengan tabungan kita. Karena tiket pesawat pada umumnya adalah setengah dari modal perjalanan ke Jepang.

Semua merek saya sebut ya, biar adil 🙂

Hunting Penginapan Murah

Hostel dengan konsep asrama
Hostel dengan konsep asrama. Photo : Hostelworld

Lupakan keinginan untuk menginap di hotel dengan kamar dan kasur pribadi, mahal. Lebih baik mencari penginapan dengan konsep hostel atau guesthouse. Terlebih lagi yang menawarkan konsep dormitory, asrama, atau kapsul. Toh kita juga ga mau staycation kan di Jepang. Keperluan menyewa penginapan hanya untuk menaruh barang, mandi ,tidur malam, dan sebagai bukti kepada pihak Imigrasi Jepang kalau kita tidak akan menjadi gelandangan.

Lho, kok bisa jadi bukti segala? Coba baca pengalaman saya yang ini deh, Jadi Bisa Eksplor Sepuasnya

Selain murah hostel dengan konsep guest house menurut saya asik banget. Apalagi untuk yang sedang menjalani ritual Solo Traveling. Kenapa? Karena di hostel umumnya disediakan ruang tengah bersama. Jadi kita dituntut untuk berinteraksi dengan sesama traveler, bahkan yang dari berbagai penjuru dunia lain. Keren kan? Kita bisa saling mengenal budaya masing-masing dan bertukar pengalaman. Pada bagian inilah jerih payah dana dan usaha saya untuk bisa solo traveling ke Jepang terbayar impas. Worth it banget deh!

Seperti cerita saya yang lain disini, Masih Ragu Solo Traveling Keluar Negeri? Ini Tipsnya.

Langkah saya memilih guesthouse yang asik dan tepat waktu itu adalah dengan menggunakan Traveloka. Kita bisa cari tempat populer berdasarkan lokasi yang dekat dengan wisata. Memang sih harganya lebih mahal dibanding dengan guesthouse yang berlokasi agak pinggir. Tapi nilai plusnya adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk transport menuju lokasi wisata. Toh selisih harganya juga tidak lebih dari Rp. 50.000,-.

Ketika di Osaka saya menginap semalam di Wasabi Hostel yang terletak di daerah wisata malam Dotombori dan Shinsaibashi, seharga Rp. 162.000/malam. Saat di Kyoto menginap 2 malam di Santiago Guesthouse di daerah Gojozaka, seharga  Rp. 150.000/malam. Lokasinya 10 menit jalan kaki menuju Kiyomizu-dera. Di Tokyo menginap 3 malam di Sakura Hostel yang sangat dekat dengan komplek wisata Asakusa. Seharga Rp. 230.000/malam.

Dari rincian harga diatas terlihat bahwa Tokyo adalah yang paling mahal. Memang sih, karena include sarapan roti, sup wortel, dan kopi yang bisa nambah berkali-kali. Disarankan juga memilih penginapan yang review bintangnya banyak, juga preview imagenya cozy.

Couchsurfing untuk menginap gratisan
Couchsurfing untuk menginap gratisan. Photo : Nomadicmatt

Oh ya, alternatif yang lain adalah dengan Couchsurfing. Sejauh ini saya belum pernah mencoba sih, karena belum ada yang mau nampung. Agak ngeri juga kalo nerima orang baru bermalam tapi ratingnya belum ada. Hi… takut dirampok. Nah itu perlunya kita berkenalan dengan orang baru. Kalau sudah enak ngobrol bahkan sampai tukeran kontak. Tidak menutup kemungkinan dia bisa menjadi host ketika siapa tahu, someday kita main ke negaranya. Jangan lupa bawa buah tangan ya, karena sudah dikasih tumpangan gratis.

Penjelasan di atas untuk yang pergi dengan metode solo traveling ya. Kalau backpackeran ramai-ramai sewa apartemen atau kondominium bisa lebih murah. Tapi saya belum pernah nyobain sih. Maybe next time bareng kamu, doain lagi ya 🙂

Urusan Makan? Konbini Aja

Konbini yang menjamur di Jepang.
Konbini yang menjamur di Jepang. Photo : DailyJapan

Yak benar, konbini atau convenience store adalah teman terbaik saat lapar di Jepang. Tenang, ada puluhan ribu konbini yang tersebar luas seantero Jepang. Mulai dari 7 Eleven (yang sudah bangkrut di Jakarta), Lawson, dan Family mart buka selama 24 jam.

Urusan makan saya batasi sekitar 1000 Yen dalam satu hari. Dengan rincian, sarapan gratis di hotel. 250-400 Yen untuk beli paket bentou di konbini atau restoran cepat saji semacam Mc Donald atau Burger King. Baru malamnya kita hunting makanan lokal seperti ramen, udon, takoyaki, okonomiyaki dan lain-lain. Kecuali kalo ada jajanan yang unik sih saya nyerah. Seperti daging sapi panggang seharga 500 Yen di streetfood Fushimi Inari atau 400 Yen untuk sebuah Matcha Ice Cream.

matcha-ice-cream
Kore hitotsu (ini satu), sambil jari telunjuk mengarah ke sepucuk es krim matcha yang menggoda.

Alternatif lain juga bisa mampir ke Yoshinoya untuk makan siang seharga 600 Yen. Itu kalo laper banget ya, karena porsinya lumayan banyak. Untuk minum tetep isi botol minum mu dengan air di hostel. Beberapa hostel menyediakan sebuah dispenser canggih yang bisa mengeluarkan ocha, lemon water, sports water dan mineral water dalam satu mesin. Bisa menang banyak kan.

konbini-lawson
Lawson 100

Kalau mau ngemil bisa mampir ke Lawson 100. Pinter-pinter milih deh, kadang ada juga sekotak susu atau jus ukuran 1 liter hanya seharga 100 Yen. Lumayan bisa menjaga stamina dan kesehatan dengan asupan vitamin. Kalo ga habis, titipin saja di lemari es hostel. Bisa buat besoknya. Kesehatanmu lho yang terpenting.

Karena dana terbatas, coba deh disiasati seperti itu. Jangan sampai tidak mencoba makanan khas Jepang di negara asalnya ya, rugi.

Shinkansen? Coba naik bus malam

bullet-train
Bullet Train.

Shinkansen bisa menjadi pilihan populer ketika kota tujuanmu di Jepang berjarak sangat jauh. Tetapi mahalnya harga Shinkansen sekali jalan bisa membuat berfikir 2 kali. Karena tarif sekali jalan kereta peluru dari Osaka ke Kyoto sekitar 14,450 Yen (IDR 1.782.000). Bisa juga menggunakan JR Pass yang memberikan full akses ke semua layanan kereta di bawah perusahaan JR (Japan Railway), termasuk shinkansen selama 7 hari. Harganya sekitar 29,100 Yen (IDR 3.588.000), tapi coba cek lagi deh itinerary kamu. Apa perlu? Jangan sampai tidak balik modal JR Pass-nya.

jr-pass-price
Perbandingan harga JR Pass

Alternatif lain bisa menggunakan pesawat terbang. Harganya lebih bisa lebih murah, bisa sekitar 4,900 Yen untuk perjalanan dari Osaka ke Tokyo mengguanakn maskapai Peach Airways. Tapi kalkulasi juga biaya dari pusat kota ke bandara, ditambah spare waktu luang untuk check-in, boarding dan lainnya.

Saran saya coba menggunakan bus malam untuk perjalanan antar kota. Keunggulannya adalah yang pasti lebih murah, dan bisa memangkas biaya penginapanmu selama satu malam. Salah satu operator yang terkenal adalah Willer Express. Tarif dan rute bisa di cek di websitenya. Booking dan pembayaran bisa menggunakan kartu kredit, atau melalui konbini yang menyediakan mesin pembayar.

Willer Expres Bus
Warnanya itu lho.

Untuk harga bus malam Willer Express trayek Osaka-Tokyo-Osaka saya mendapatkan harga 9,100 Yen (IDR 1.122.000). Cukup murah kan apabila dibandingkan tarif Shinkansen? Bonus tempat tidur gratis lagi.

Harga bus malam diatas adalah harga termurah yang bisa saya dapatkan. Tapi walaupun murah, tetep bisa tidur nyaman kok. Adalagi sih yang fasilitas tidurnya lebih nyaman. Tapi pasti harganya lebih mahal.

Jelajahi Kota dengan Travel Pass

amazing-pass
Osaka Amazing Pass 1 Day

Kalau mau tahu, banyak banget travel pass yang disediakan untuk mengeksplorasi berbagai kawasan di Jepang. Tinggal pilih saja kawasan yang ingin kamu jelajahi. Ibaratnya kalau beli travel pass ini seperti mengikuti tur harian tapi mandiri. Harga akan jauh lebih murah jika dibandingkan membeli tiket (baik transportasi ataupun atraksi) secara eceran. Tapi kekurangannya adalah bahwa tujuan yang akan kita tuju ya sesuai dengan paketan travel pass tersebut.

Setiap kawasan punya pilihan travel pass masing-masing. Seperti Kansai Pass, Kansai Wide Area Pas, Osaka Kyoto Nara Pass, Tokyo Hakone Pass, Kawaguchi-ko Pass, dan masih banyak lagi.

Ketika menjelajah Osaka saya menggunakan Osaka Amazing Pass untuk 1 Day. Terbukti sangat menghemat biaya sampai 50%. Untuk di Kyoto saya menggunakan Kyoto Bus Pass, yang bisa membuat saya naik bus di Kyoto sepuasnya selama 24 jam hanya dengan harga 500 Yen (IDR 61.000).

Beli Suvenir Borongan di Daiso

Daiso serba 100 Yen.
Daiso serba 100 Yen. Photo : Japan Travel

Sudah pasti ketika kita sedang berada Jepang, banyak teman-teman yang nitip oleh-oleh. Baik yang nitip sekalian kasih duit, maupun nitip yang sekadar hanya nitip tanpa memberi uang. Memang budaya memberi oleh-oleh itu positif kok, tidak ada salahnya kamu melakukan itu. Asal, sesuai dengan kemampuan finansial saja ya.

Tumbler Starbuck menjadi barang titipan wajib ketika di Jepang. Kemudian disusul komik, suvenir Totoro, tenugui dan masih banyak lagi. Itu list titipan oleh-oleh yang saya punya. Untungya yang nitip barang-barang tersebut punya kesadaran untuk mentrasfer uang seharga barang tersebut. Namun bagaimana yang minta oleh-oleh seikhlasnya? Masak tega ga dikasih? Hehe..

Solusinya bisa pergi ke toko serba 100 Yen, kalau disini yang terkenal namanya Daiso. Walaupun namanya toko serba 100 Yen, tapi disana tidak pure semua barang dihargai 100 Yen. Pokoknya yang tidak ada harganya itu 100 Yen. Sedangkan yang ada label, harganya ya sesuai dengan yang tertera di label. Sebatas gantungan kunci, alat tulis, hiasan meja, sampai Tenugui bisa dibeli untuk dijadikan suvenir.

Lokasi penyebaran Daiso ada disini.

Gimana kalau mau internetan?

Selain makan, transportasi, dan penginapan, internet adalah kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. Internet tak kalah penting, baik itu untuk mencari informasi, akses peta digital, atau sekedar menunjukan eksistensi diri di dunia sosial. Ada beberapa siasat untuk mengatasi urusan internet di Jepang, antara lain.

Menggunakan Fasilitas WiFi Gratisan

Japan Free Wifi
WiFi gratisan se-Jepang. Photo : JNTO

Setiap kota besar di Jepang umumnya memiliki jaringan wifi gratis yang tersebar seantero penjuru wilayah. Spot wifi gratis banyak ditemukan di fasilitas umum seperti halte, stasiun, papan informasi, hostel bahkan konbini. Untuk menggunakannya cukup login dengan mencantumkan email atau akun sosial media seperti Facebook dan Twitter.

Namun akses wifi gratis terbatas maksimal 30 menit, dan diharuskan log in lagi untuk melanjutkannya jika koneksi terputus. Biar simpel, bisa pakai mobile apps ini.

Pocket WiFi

Pocket WiFI
Pocket WiFI

Penggunaan pocket wifi tidak kalah populer untuk wisatawan yang pergi ke Jepang. Terlebih lagi jika perginya satu rombongan sekitar 5-10 orang. Karena harga sewa pocket wifi bisa dibagi rata antar pemakain. Tentu ini sangat ngirit pengeluaran. Rata-rata sewa pocket wifi sehari 1,000 Yen, dengan jaringan 4G dan kuota yang unlimited.

Cara sewa pocket wifi pun beragam. Bisa dengan model dipesan dari Indonesia trus diambil di bandara Jepang. Bisa dibawa  dan dikembalikan langsung dari Indonesia. Atau pengambilan langsung di bandara dan pengembaliannya dimasukkan kedalam kotak pos. Informasi terkait bisa didapatkan lewat mesin pencari Google, akan muncul banyak penyedia.

SIM Card Sekali Pakai

Tersedia juga SIM card yang sudah berisi kuota internet dalam jangka waktu tertentu. Harga, kuota, dan masa aktifnya pun beragam. Bisa didapatkan ketika mendarat di bandara, atau memesan dan membeli langsung ketika masih berada di Indonesia.

Paket roaming dengan SIM card Indonesia

Sekarang banyak operator seluler Indonesia yang menyediakan paket roaming dengan harga lumayan terjangkau. Keunggulan menggunakan paket roaming adalah tidak pelu ganti nomor, atau ribet ngurusin penyewaan pocket wifi. Tinggal aktifkan paket roaming, lalu pilih operator mitra jaringan yang ada di Jepang (NTT Docomo / Softbank), langsung bisa connect deh.

Itu tadi siasat untuk menekan biaya selama liburan ke Jepang untuk yang menganut asas backpacker super ngirit. Tetap bisa have fun tanpa takut dompet terkuras.

0 Comments
Share
Tags: ,

Arief Hermanto

Mencoba berbagi tentang cerita perjalanannya, merealisasikan banyak rencana yang hanya masih menjadi rencana. Karena hidup itu cuma numpang bercanda, ye kan?